Memperbaiki
garis putih yang memudar
Luasnya
jalan setapak tak pernah terlihat sempit untuk mimpi-mimpi itu
Kamu
satu-satunya yang percaya
Bahkan saat
dunia hanya bisa membandingkan kami dengan pemenang
Bukan
pejuang…
Kamu satu-satunya yang tetap ada
bahkan saat
pemberitaan di dunia maya tentang kami penuh noda
Kamu
satu-satunya yang tetap tersenyum
bahkan saat
kami menyerah untuk menemukan bahagia
Kamu tetap
berada di tempat kami berada
meski
hinaan dan cacian mampu mengalahkan tekad untuk tetap mengajar
salah satu
alasan tak pernah sering kuucapkan
‘terimakasih’ meski ingin
adalah
cinta yang tak pernah butuh kata
kadang
kurasa belum cukup puisi
kau butuh
yang pasti
kami sedang
mengusahakan…percayalah bahwa apa yang tersampaikan
tak pernah
terabaikan
ku tulis
puisi ini sebagai jembatan antara hati dan rasa
yang
terpenjara masa kalau-kalau kalian berputus asa
ingatlah
bahwa setidaknya kau pernah memberi kepada kami
dan itu
adalah hal berarti bagi kami
-Puisi yang tercipta ketika malam setelah perayaan hari guru

Tidak ada komentar:
Posting Komentar