"Cerita dari Langit"
Langit,
Lagi-lagi
aku menyebutmu dalam sajakku
Kali ini
Ku dengar
kau sudah bercerita banyak
Tentang apa
yang kamu lihat dari atas sana
Tentang
bagaimana kamu mengabarkan apa yang kamu ketahui
Dengar,
sebab aku takut kamu kecewa
Saat kamu
berpikir isyaratmu tak terlihat kamu salah
Mereka
melihatnya dengan mata terbuka
Namun
sayangnya dengan hati yang tertutup
Sungguh
terkadang aku ingin menghiburmu namun ku tahu kau sudah dihibur dengan hakikat
yang sebenarnya
Janji-Nya
sudah cukup membuatmu yakin untuk menyelesaikan tugasmu
Meski aku
sempat berpikir kita adalah helai dedaunan yang saling melindungi
Sayangnya,
aku hanyalah sebuah tanah bagimu
Sederhana saja,
kita adalah ciptaan-Nya
Maka sudah
menjadi kewajiban kita untuk melaksanakan perintahn-Nya
Begitu juga
kau
Tak adil
rasanya jika kami mengadilimu
- sajakku pada 7 Januari yang pertama

Tidak ada komentar:
Posting Komentar