Minggu, 06 Januari 2019

Cerita dari Langit

"Cerita dari Langit"




Langit,
Lagi-lagi aku menyebutmu dalam sajakku
Kali ini
Ku dengar kau  sudah bercerita banyak
Tentang apa yang kamu lihat dari atas sana
Tentang bagaimana kamu mengabarkan apa yang kamu ketahui
Dengar, sebab aku takut kamu kecewa
Saat kamu berpikir isyaratmu tak terlihat kamu salah
Mereka melihatnya dengan mata terbuka
Namun sayangnya dengan hati yang tertutup
Sungguh terkadang aku ingin menghiburmu namun ku tahu kau sudah dihibur dengan hakikat yang sebenarnya
Janji-Nya sudah cukup membuatmu yakin untuk menyelesaikan tugasmu
Meski aku sempat berpikir kita adalah helai dedaunan yang saling melindungi
Sayangnya, aku hanyalah sebuah tanah bagimu
Sederhana saja, kita adalah ciptaan-Nya
Maka sudah menjadi kewajiban kita untuk melaksanakan perintahn-Nya
Begitu juga kau
Tak adil rasanya jika kami mengadilimu

- sajakku pada 7 Januari yang pertama


Tidak ada komentar:

Aku tak pernah kau anggap sebagai rumah

Di dunia yang ramai, terlalu banyak godaan Meski pada awal perjalanan kita diberi gambaran Melewati petunjuk berupa rambu-rambu yang memenuh...