Selasa, 20 Agustus 2024

Aku tak pernah kau anggap sebagai rumah


Di dunia yang ramai, terlalu banyak godaan
Meski pada awal perjalanan kita diberi gambaran
Melewati petunjuk berupa rambu-rambu yang memenuhi pinggiran jalan

Lambat laun terlena adalah kasus utama manusia

Berusaha menyalahkan kerikil di tengah jalan, dibanding mensyukuri bahwa di sebelahnya pohon masih tetap tumbuh untuk kita

Tiba di depan rumah, kau baru sadar bahwa sudah tiba waktunya untuk membersihkan diri dari segala debu yang menempel

Lalu pemilikmu berkata, "maaf kau terlambat untuk sekedar menyesal, bukan Aku yang tak pernah memperingatkanmu, tapi kau yang selalu bising sendiri, ramai di kepalamu berlalu lalang tentang banyak hal, tapi tak pernah ada Aku di dalamnya. Bukankah sudah Ku bilang, Aku adalah tujuan utamamu, tapi mengapa Aku tak pernah kau anggap sebagai rumah, yang ada hanya kau berkelana selama mungkin lalu kembali sesekali. Itu bukan definisi sebuah rumah, melainkan penginapan. Yah sudah, mau diapakan lagi, bersihkan dirimu lalu nikmati apa yang sejatinya milikmu"



 

Tidak ada komentar:

Aku tak pernah kau anggap sebagai rumah

Di dunia yang ramai, terlalu banyak godaan Meski pada awal perjalanan kita diberi gambaran Melewati petunjuk berupa rambu-rambu yang memenuh...