Kamis, 17 Mei 2018

My Poetry

“YANG TERPATRI”
By : Enthy
   


Aku menatap langit di pagi hari,
saat dinginnya membuatku memeluk
diri sendiri    
Aku bertanya pada mentari, apakah kau bisa
mencairkan sesak di relung hati?
Aku berharap kau setuju, Untuk
menenggelamkan aku bersama kehangatanmu,
memecah dinginnya dia,
membekukan jarak antara aku dengannya

Ah sudahlah, aku seperti seseorang
yang tak terbiasa dengan penolakan
Kamu benar, aku hanya gadis biasa
yang sedang mencoba menguntai kata
Mungkin dia benar, untukmu
aku tak lebih dari seorang pengganggu
Memberikan kenangan tak berarti
di ladang pikiranmu

Tetapi, ingatlah ini
Suatu hari nanti, 
entah di lembaran keberapa dalam hidupmu
Aku akan membuatmu tertarik
melihat senja bersamaku
yang dahulu sering mengusikmu

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Uanjayy :v

Mantap Thy, walau ada yg kelebihan spasi :v

My Mind mengatakan...

Sip mantaapp lanjutkan Enthy sayaang

Aku tak pernah kau anggap sebagai rumah

Di dunia yang ramai, terlalu banyak godaan Meski pada awal perjalanan kita diberi gambaran Melewati petunjuk berupa rambu-rambu yang memenuh...