Kamis, 17 Mei 2018

My Poetry

Manusia tanpa pilihan
By : Enthy


Terbiasa menerima harapan dari banyak orang hingga aku sendiri terlupa untuk apa aku diciptakan…
Terjatuh ke dalam jurang yang mereka sebut dengan kesempurnaan…
Terlingkupi tembok semu antara harapan dan tuntutan,
Yang di dalamnya penuh kepura-puraan.

Aku terpacu dengan garis lurus yang mereka tetapkan,
Dan dengan bodohnya aku berjalan dengan tempo yang juga sudah mereka gariskan…
Hingga saat tak kunjung menemukan akhir dari apa yang aku sebut sebagai penderitaan,
Aku mulai sadar bahwa Tuhan tidak akan sekejam ini atas apa yang sudah Ia ciptakan.

Aku pun mulai berlari, mencari, dan berhenti ketika bahkan tak ada manusia yang terlihat peduli.
Tak ada perempatan yang memberi ku kesempatan untuk memilih jalan yang akan ku lewati.
Tak ada gubuk sekalipun untuk ku singgahi.
Semua hanyalah rutinitas semu yang seolah menyihir semua yang ada di dalamnya untuk terlarut dalam perannya sendiri.

Aku membuat banyak orang terluka karena aku berbeda…
Sebab aku benci menjadi apa yang orang lain inginkan dan jauh dari definisi untuk apa aku dilahirkan.





3 komentar:

Unknown mengatakan...

Ini komen :)

Unknown mengatakan...

Ini komen :)

Diary enthy mengatakan...

Bermutu sekali loh makasih :v

Aku tak pernah kau anggap sebagai rumah

Di dunia yang ramai, terlalu banyak godaan Meski pada awal perjalanan kita diberi gambaran Melewati petunjuk berupa rambu-rambu yang memenuh...