Selasa, 20 Agustus 2024

Aku tak pernah kau anggap sebagai rumah


Di dunia yang ramai, terlalu banyak godaan
Meski pada awal perjalanan kita diberi gambaran
Melewati petunjuk berupa rambu-rambu yang memenuhi pinggiran jalan

Lambat laun terlena adalah kasus utama manusia

Berusaha menyalahkan kerikil di tengah jalan, dibanding mensyukuri bahwa di sebelahnya pohon masih tetap tumbuh untuk kita

Tiba di depan rumah, kau baru sadar bahwa sudah tiba waktunya untuk membersihkan diri dari segala debu yang menempel

Lalu pemilikmu berkata, "maaf kau terlambat untuk sekedar menyesal, bukan Aku yang tak pernah memperingatkanmu, tapi kau yang selalu bising sendiri, ramai di kepalamu berlalu lalang tentang banyak hal, tapi tak pernah ada Aku di dalamnya. Bukankah sudah Ku bilang, Aku adalah tujuan utamamu, tapi mengapa Aku tak pernah kau anggap sebagai rumah, yang ada hanya kau berkelana selama mungkin lalu kembali sesekali. Itu bukan definisi sebuah rumah, melainkan penginapan. Yah sudah, mau diapakan lagi, bersihkan dirimu lalu nikmati apa yang sejatinya milikmu"



 

Kacamata Lalat


 

Kau tak bisa selalu baik-baik saja

Allah ingin kamu menjadi lebih dari sekedar kamu yang biasa

Agar kamu belajar prioritas dari jam kerja tak berbatas

Agar kamu belajar ikhlas karena ujian membuatmu naik kelas

Tangisan membuatmu mengerti bahwa bahagia memang harus dicari bukan dinanti

Ketika kau merasa masalahmu terlalu berat, itu artinya levelmu yang harusnya meningkat dan Allah ingin kamu tetap taat

Belajarlah, 

Semua hal memang ada untuk diterima

Bahkan masalah sekalipun tak boleh kau anggap sebagai kotoran, jadikan sebagai pelajaran

Jangan melihat dengan kacamat lalat, yang selalu ingin tempat buruk untuk dilihat

Karena selalu ada kebaikan dan keburukan dalam setiap hal

Mereka beriringan

Tapi kau hanya boleh ambil satu

Maka ambilah selalu sisi baiknya

20



Untuk diriku sendiri yang sering aku lupakan, hari ini adalah pencapaian

Meski terkadang kau harus ku nomor sekiankan

Terkadang aku memaksamu untuk bekerja keras
Terkadang aku lupa bahwa kau harus sedikit mengambil napas

Tapi pahamilah ketakutanku akan masa mudamu yang cepat berlalu

Maaf sudah banyak membuatmu menangis
Bukan air mata yang sejatinya aku harapkan
Tapi senyumanmu kelak di akhir pencapaian

Aku sering membandingkanmu dengan orang lain dan berkata bahwa kau tak terlihat lebih baik dari mereka
Aku salah
Dirimu baik dengan caramu sendiri

Tak perlu menjadi kaya, sebab Tuhan tak akan menjadikanmu kekurangan harta
Tak perlu wajah menawan, karena cantik bukanlah sebaik-baiknya perhiasan
Cantik itu merepotkan

Kamu yang mengerti tujuan hidupmu, dan lakukan yang terbaik untuk mencapainya


 

Bercerita Sendiri

 


Tak banyak yang tau lukaku
Sebab tak ku biarkan kalian mendengarnya

Aku bercerita sendiri di dalam ruangan hangat yang membuat mataku panas

Tentang hidupku, keluargaku, kisah cintaku
atau hanya sekedar hayalanku

Hanya Tuhan yang mendengarnya
Sebab lirih sekali aku bercerita

Dirimu sendiri adalah teman terbaik dalam menerima setiap keputusanmu
Mengerti semua sikapmu dan tak mendebatkan kesalahanmu

Aku tak bilang bahwa aku tak butuh orang lain, hanya saja untuk menangis aku hanya butuh aku

Aku hanya butuh aku sendiri untuk membenarkan tindakanku

Kalian tak harus tau tentang masa laluku, cukuplah tau bahwa aku berproses
Masa lalu yang membentuk aku sekarang untuk kemudian berpengaruh pada kehidupanku di masa depan

Cukuplah tau bahwa aku punya luka
Mungkin kalian juga
Kita semua

Tak apa menangis, marah atau mencurahkan emosi lainnya

Ingatlah bahwa kita tak hanya punya luka
Bersyukurlah karena Tuhan juga menciptakan bahagia

-Enthy 25 Mei 2020 (H-1 before turning into 20)

Pemberian dan Pencarian

Mendengar cerita mereka yang mengenal-Mu diawali dengan pencarian membuatku berpikir 
jika aku tak terlahir seperti ini apakah aku akan menemukan-Mu? 
dan dengan cara apa aku menemukan-Mu? 
Itu membuatku bersyukur terlahir sebagai aku 
Meskipun aku baru memutuskan melalui jalan yang Kau tunjukkan, setelah 17 tahun aku hidup dengan jalan yang bahkan aku lupa siapa yang menciptakan 
Mungkin egoku sebagai manusia 
Mungkin juga hatiku yang membuatku tak menjadi manusia 
Langkahku mungkin tak sejauh yang lain, tapi meskipun harus merangkak sekalipun aku tak apa untuk mendekat pada-Mu barang satu jengkalpun 
Aku tak tau apa yang bisa mengantarkanku pada titik ini 
Mungkin doa seseorang 
Mungkin perbuatan baik seseorang 
yang jelas aku berterimakasih pada semua yang mengenalkanku pada Tuhan

-Enthy, 9 Mei 2020

Ulat dan Bunga

 

Pict by Pinterest: https://pin.it/4YAvSNh


Dialog 2 manusia

Manusia 1: "Lihatlah, banyak ulat di tanamanku yang indah ini."

Manusia 2: "Lalu? Apakah kau mau aku bawakan pestisida?"

Manusia 1: (Sambil tersenyum kecil dia berkata) "Tidak Usah"

Manusia 2: "Loh Kenapa? 

Manusia 1: "Aku yakin Allah menciptakan suatu makhluk dengan tujuan baik pada awalnya. Bahwa meskipun ulat-ulat tersebut memakan sebagian besar bunga dan dedaunan, kelak mereka akan menjadi kupu, kemudian mereka akan membantu proses penyerbukan, dan itu artinya, mereka sudah mengembalikan apa yang bunga-bungaku hari ini berikan untuk mereka di kemudian hari. Sekarang pikirkanlah, apakah kau akan marah dan menyimpan dendam terhadap ulat-ulat tersebut."

Aku tak pernah kau anggap sebagai rumah

Di dunia yang ramai, terlalu banyak godaan Meski pada awal perjalanan kita diberi gambaran Melewati petunjuk berupa rambu-rambu yang memenuh...