Sabtu, 04 April 2020

My Number One

My Number One

Hidup bukan melulu tentang kamu
Karena kamu hanyalah sebagian kecil dari hidupku, bukan segalanya bagiku
Karena kita adalah makhluk ciptaan-Nya, tak pantas jika aku menomorsatukan dirimu di atas Sang Pencipta
Karena kamu belum bisa berjanji yang sebenar-benarnya janji untuk menjaga hati jika aku memberikannya untukmu.

To Be Continued

To Be Continued


Satu hal yang selalu ingin aku lakukan esok, melihat sesuatu dengan tersenyum seolah segalanya adalah hal yang indah, dan tak akan menjadi buruk.
Semua yang mungkin pernah aku sesali, hanya ku anggap tak lebih dari sebuah kerikil di pinggir jalan yang ku lewati.
Aku pernah sering menyuarakan kesedihanku itu.
Aku juga pernah menunjukkan rasa marahku, tapi ku harap di ujung perjalanan nanti hanya ada aku dan senyum bahagiaku.
Saat itu terjadi, aku menunggu kalian untuk menyadarkanku bahwa tak bisa hanya ada aku, kalian yang selalu membuatku bertahan sejauh ini haruslah lebih indah dari senja, hujan dan suasana damai yang kuharapkan.
Tak berarti kalian bisa menggantikan kedamaian itu, namun mari kita nikmati itu bersama-sama sebagai orang-orang yang sudah sampai pada tahap perjuangannya dan sedang menikmati hasilnya.
Kalau bahasa kerennya sih "see you on top",
"Top" yang dimaksud setiap kita mungkin berbeda, tapi ku harap itu menjadi garis finish kita bersama/
Meskipun belum, ku harap suatu saat nanti menjadi akan.

BEHIND YOU

"BEHIND YOU"


Aku rasa tak buruk melihatmu dari belakang, karena kau terlihat sangat kecil di depan sana sehingga aku tersadar jika kau memang bukanlah segalanya.
Aku rasa tak buruk jika hanya bisa melihat punggungmu, karena melihat matamu hanya akan membuatku tak bisa melihat jalanku.
Aku rasa tak buruk jika tak berada di sampingmu, sebab aku jadi lebih leluasa untuk melihat kanan dan kiriku.
Kamu terlalu mengambil alih fokusku.
Aku tak bilang jika bersamamu itu buruk, hanya saja untuk apa kita bergandengan jika masa depanmu tak bisa ku peluk.
Kamu bukanlah milikku, posisi ini membuatku membenarkan statement itu.
Karena kita sekarang terlihat seperti dua barang di dalam toko yang besar dan tak bisa saling bersinggungan.
-Just My Short Story

Aku tak pernah kau anggap sebagai rumah

Di dunia yang ramai, terlalu banyak godaan Meski pada awal perjalanan kita diberi gambaran Melewati petunjuk berupa rambu-rambu yang memenuh...